Tugas M4 KB4
Sistem Pemindah Tenaga
Alat Berat
Nama : Aulia Rahman Panjaitan, S.Pd
No. Peserta : 18060742710015
Tugas
1. Akses
terhadap buku manual salah satu jenis dan merek alat berat, gambarkan skema
sistem pemindah dayanya secara urut beserta cara kerjanya!
2. Akses
salah satu buku manual alat berat, buat ringkasan perawatan dan pengujian yang
harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah dayanya!
Rubrik Penilaian
Aspek Bobot
Analisis sistem power
train alat berat 50%
Analisis perawatan dan
pengujian powertrain alat berat 50%
Penyelesaian
1. Skema
sistem pemindah daya Torqflow Transmission
Susunan Power Train Dozer
Shovel
Terdapat
dua macam Torqflow Transmission pada
unit Komatsu yaitu :
1. Planetary
Gear System
2. Clutch
Pack System (Constantmesh untuk Multiple Disc System)
a. Planetary Gear System:
Ada
dua tipe, yakni : (1) Single Pinion
Type, (2) Double PinionType. Konstruksi planetary gear system dapat dilihat pada gambar, bagian-bagian
utamanya. Untuk Single Pinion: Sun Gear, Ring Gear, Planet Pinion, dan
Planet Carrier. Untuk yang menggunakan double type pinion, planet
pinion yang dipakai adalah 6 (enam) buah, jadi tidak sama halnya dengan
yang single Type pinion yang
hanya mengguanakan 3 (tiga) buah planet
pinion.
Gambar Planetary Gear System
Cara Kerja Single Pinion Type :
Ring gear (A) ditahan.
Sun Gear (A) berputar searah jarum jam dan akan
memutar planet pinion (B). Karena ring gear (C) ditahan, maka planet pinion dapat mengelilingi Ring Gear,
sehingga hasil akhir putaran dan carrier
akan searah dengan sun gear. Carrier yang terpasang pada planet pinion akan mengikuti putaran dari planet
pinion. Gear sebagai input dan Carrier sebagai out
put, maka putaran adalah searah. Sun Gear A berputar searah jarum
jam akan memutar Planet pinion (B) dengan arah yang berlawanan. Karena Ring Gear dibebaskan maka planet pinion akan berputar mengelilingi sambil membawa ring gear yang berlawanan arah dengan arah putaran Sun Gear. Carrier yang
terpasang pada pinion tidak ikut berputar. Dalam hal
ini Sun Gear sebagai input, ring gear sebagai out put, maka putaran akhir adalah berlawanan.
Cara Kerja Double
Pinion Type :
Sistem ini menggunakan planet pinion 6 (enam buah). Bila ring gear ditahan putaran sun
gear searah putaran
jarum jam akan memutar planet pinion dengan
arah yang berlawanan. Planet pinion
Gear (B) akan memutar Planet Pinion Gear (B) dengan arah yang berlawanan pula. Carrier yang terpasang pada planet pinion Gear (B) ikut berputar
searah. Sun Gear sebagai input dan Carrier sebagai output maka
akan didapatkan putaran input dan
output searah.
Power Transmitting Line
a. Forward, 1 st Speed
Gambar
Maju Kecepatan 1
Keterangan :
Forward :
Apabila input shaft berputar
dan F Clutch di-enggagekan maka carrier yang langsung berhubungan
degan carrier R dan output shaft akan berputar
searah dengan input, sedangkan reverse clutch berputar slip saja.
b.
REVERSE,
1 st Speed.
Gambar Mundur Kecepatan 1
Keterangan:
Reverse :
Apabila R Clutch di-engagekan, maka carrier R yang langsung berhubungan
dengan output akan berputar
berlawanan dengan input shaft, sedangkan
F Clutch berputar selip saja.
Tipe unit yang menggunakan jenis ini adalah : D31, D65, D85,
D155, dan D355.
Rotary Clutch dan Ball Check Valve :
Tidak semua unit torqflow transmission menggunakan rotary clutch. Satu keuntungan
penggunaan rotary clutch adalah
dapat mempersingkat konstruksinya,
yaitu dengan adanya rotary clutch ini
paling tidak sudah mengurangi
satu set planetary. Urnumnya rotary clutch ini dietempatkan untuk speed satu. Dimaksudkan agar didapatkan torque yang besar pada
saat itu, sehingga tidak lagi memerlukan waktu menunggu yang lama, sebab begitu engine di start oli sudah stand
by pada rotary clutch ini. Konstruksi dan penempatan rotary clutch ini dapat dilihat pada
gambar berikut:
Gambar Power Train kecepatan 1
Jika kita perhatikan gambar diatas,
terlihat bahwa Rotary Clutch dan
ball Check valve terletak pada
tengah-tengah dari torqflow
transmission. Contoh ini
terdapat pada unit D65. Rotary clutch ini
selalu berputar bersama-sama
dengan output shaft. Hal ini
tidak sama dengan clutch-clutch yang
lain. Untuk engagenya yaitu
menggunakan oil pressure melalui shaft, sehingga Ball Check Valve menutup saluran drain.
2.
Perawatan dan pengujian yang harus
dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah daya
a.
Periodic Maintenance
Periodic
Maintenance adalah pelaksanaan servis yang
harus dilakukan setelah alat berat bekerja untuk jumlah jam operasi tertentu.
Jumlah jam kerja ini adalah sesuai dengan jumlah jam yang ditunjukkan oleh
pencatatan jam operasi (service meter) yang ada pada alat berat
tersebut. Untuk pelaksaanaan periodic maintenance ini meliputi (a)
Perawatan harian dan (b) Perawatan Berkala
·
Perawatan
Harian
Yang dimaksud perawatan harian (daily
maintenance) adalah inspeksi atau pemeriksaan sebelum suatu alat berat
dioperasikan, hal ini untuk mengetahui keadaan peralatan apakah aman untuk
dioperasikan. Sementara orang beranggapan bahwa daily maintenance hanyalah
sebagai syarat saja, sehingga tidak dilakukan dengan baik dan serius. Sebenamya
pelaksanaan daily maintenance mutlak dan harus dilaksanakan dengan baik.
Dalam melaksanakan daily maintenance, biasanya digunakan alat bantu antara
lain: Check sheet -suatu form yang diperggunakan
untuk mencatat hasil operasi dan tiap-tiap peralatan dalam suatu hari operasi
dan Daily check - suatu
form seperti halnya check sheet, perbedaannya hanya pada ukurannya yaitu
pocket size sehingga operator atau serviceman akan dengan mudah
mencatatnya.
·
Perawatan
Berkala
Perawatan peralatan/mesin yang teratur adalah sangat penting demi menjamin
pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur mesin. Waktu dan
uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan perawatan berkala akan dikompensasi
dengan secukupnya yang memperpanjang umur mesin dan berkurangnya ongkos operasi
mesin/alat. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja didasarkan pada angka-angka
yang dilihat pada meter servis. Tetapi dalam praktik, sangat dianjurkan
untuk mengatur kembali semuanya berdasarkan perhitungan hari, minggu, dan bulan
untuk memungkinkan pelaksanaan perawatan lebih mudah dan menyenangkan. Pada
lapangan pekerjaan berat atau kondisi operasi yang berat, maka perlu untuk
mempersingkat jadwal waktu perawatan yang ditentukan pada buku petunjuk.
b.
Pelaksanaan Skedul Perawatan
1)
Peringatan Secara Umum untuk Keselamatan dalam pelaksanaan Perawatan
·
Pergunakanlah
topi, sepatu, dan sarung tangan pengaman. Pergunakanlah kacamata pengaman
andaikata pekerjaan inspeksi yang akan dilakukan memerlukannya
·
Ketika
bekerja dalam suatu tim yang terdiri lebih dari dua orang, aturlah suatu
aba-aba sebelumnya dan koordinasikanlah pekerjaan demi untuk keselamatan.
·
Cegahlah
orang-orang yang tidak berkepentingan untuk mendekati mesin ketika pekerjaan
inspeksi dan perawatan dilakukan.
·
Pergunakanlah
suku cadang asli ketika melakukan penggantian parts.
·
Pergunakanlah
minyak gemuk dan oli asli atau yang dianjurkan.
·
Pergunakanlah
hanya minyak gemuk dan oli yang bersih. Dan juga pergunakanlah kaleng pengisi
yang bersih untuk minyak pelumas agar mencegah kotoran memasuki oli. Periksa
atau ganti oli pada tempat yang tidak berdebu dengan demikian debu dapat
dicegah masuk ke dalam oli.
2)
Sebelum melaksanakan pekerjaan Perawatan
·
Parkirlah
mesin di tanah yang rata dan keras serta pasanglah rem parkirnya
·
Jika bekerja
di ruangan tertutup perhatikanlah ventilasi/keluar masuknya udara
·
Cucilah mesin
dan yang utama bersihkanlah minyak/grease pada lubang-lubang oli untuk
mencegah kotoran dan debu bercampur dengan pelumas.
3)
Ketika melaksanakan Pekerjaan Perawatan
·
Kecuali
diinstruksikan secara spesifik/khusus, lakukanlah pekerjaan perawatan dengan engine
dalam keadan mati. Ketika melakukan pekerjaan dengan engine dalam
keadaan hidup, pekerjaan harus dilakukan oleh dua orang. Seorang operator harus
duduk di tempat duduk operator dan yang seorang lagi melakukan pekerjaan
perawatan. Keduanya harus bekerja sama dengan erat untuk menjamin keselamatan
kerja yang semaksimum mungkin..
·
Gantungkanlah
tanda peringatan (umpama “DILARANG START” atau “SEDANG DALAM PERBAIKAN”)
pada tempat duduk operator untuk mencegah orang lain dengan tidak sengaja menstart
atau mengoperasikan mesin.
·
Buanglah oli
setelah lebih dulu dipanasi sampai mencapai temperatur kerja (kira-kira 30
derajat sampai 40 derajat Celsius)
·
Sebelum
membuka tutup/radiator cap angkatlah tuasnya untuk melepaskan tekanannya.
·
Hindarilah
untuk mencoba membuka tutup/cap tangki hidroils dan tutup saluran pembuang
olinya ketika oli masih panas.
·
Setelah
penggantian oli, elemen saringan, saringan kawat, pembersihaan dan lain-lain,
buanglah udara dari sistem yang bersangkutan
·
Untuk semua
saluran tempat pengisi oli yang dilengkapi dengan saringan kawat, cegahlah
pembukaan saringan kawat ketika akan mengisi oli. .Minyak pelumas/oli tidak
lebih atau kurang dari jumlah yang dibutuhkan. Pada saat inspeksi atau
pengisian periksalah ketinggian permukaan oli harus tepat ukurannya.
·
Setelah
memberi minyak/gemuk bersihkanlah minyak bekas yang dikeluarkan secara paksa
dari bagian yang dilumasi.
·
Ketika
mengganti oli dan menukar saringan/filter periksalah minyak bekasnya dan
saringannya untuk melihat apakah ada geram/serbuk atau pecahan halus besi atau
kotoran lainnya.
·
Ketika
membuka bagian-bagian mesin yang ada O-ringnya, gasket atau seal, bersihkanlah
tempat dudukannya dan ganti dengan seal yang baru.
4)
Mendudukkan Bagian-bagian yang bergerak dari mesin yang baru
Setiap mesin telah distel dan dites dengan hati-hati sekali sebelum
dikirim ke customer. Tetapi walau demikian, suatu mesin yang masih baru membutuhkan
pengoperasian yang hati-hati pada 100 jam pertama, hal ini untuk mendudukkan
bagian-bagian yang bergerak dari mesin. Mesin baru harus dioperasikan dengan
hati-hati, terutama mengenai hal-hal berikut :
·
Setelah start,
hidupkanlah engine-nya kira-kira 5 menit pada putaran rendah untuk
memanaskannya sebelum beroperasi yang sesungguhnya.
·
Hindarilah
menjalankan engine dengan putaran tinggi.
·
Hindarilah
menjalankan, menambah kecepatan mesin secara tiba-tiba, mengerem dengan
tiba-tiba serta berbelok dengan tajam jika tidak diperlukan.
·
Pada
pengoperasian 250 jam kerja pertama, oli dan elemen saringannya harus diganti
seluruhnya dengan oli dan elemen saringan yang baru dan asli.
·
Ingatlah
selalu untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala seperti yang
ditunjukkan pada buku petunjuk.
·
Ingatlah
selalu mempergunakan bahan bakar dan minyak yang dianjurkan oleh pabrik.
c.
Kurva Bak Mandi (Bath Up Curve)
Gambar Kurva Bak Mandi
Selama periode inreyen,
perlu perhatian dan perlakuan khusus yang lebih. Agar pada periode B dapat
diperpanjang, perawatan pada periode B perlu diperhatikan agar kenaikan biaya
di periode C menjadi rendah.
d.
Pergantian Berkala Suku Cadang Pengaman
Pemakai mesin harus memperlakukan perawatan berkala supaya memungkinkan
untuk bekerja dan beroperasi dengan selamat. Semua suku cadang/parts yang
di daftar di bawah ini sangat erat kaitannya dengan keselamatan kerja, harus
diganti secara berkala dengan demikian standar keselamatan kerja yang
setinggi-tingginya dapat diperoleh.
Suku cadang ini setelah melalui masa pemakaian yang tertentu mempunyai kecenderungan
untuk menurun kualitasnya dan mudah aus. Selain itu kondisi kerusakannya sukar
untuk diketahui/dilihat pada saat perawatan berkala dilakukan. Sehingga harus
diganti dengan yang baru setelah melalui mása pemakian yang telah ditentukan
walaupun tampak tidak menunjukkan gejala-gejala abnormal. Dan adalah suatu
keharusan jika diketahui ada ketidakberesan, maka suku cadangnya harus diganti
atau diperbaiki walaupun umur yang sudah ditentukan belum dicapai.
No
|
Nama Suku Cadang
|
Jadwal
|
1
|
Selang Rem,
selang vacuum
|
Setiap 2 tahun
|
2
|
karet pada master
silinder
|
Setiap 2 tahun
|
3
|
Bagian-bagian
yang terbuat dari karet pada silinder roda rem
|
Setiap 2 tahun
|
4
|
Minyak rem
|
Setiap 2 tahun
|
5
|
Paking Seal,
O-ring path steering cylinder
|
Setiap 4 tahun
|
6
|
0-ring untuk klep
steering pada bagian depan dan belakang dan steering box
|
Setiap 4 tahun
|
7
|
0-ring
steering valve pada
bagian depan dan belakang dari steering gear box
|
Setiap 4 tahun
|
8
|
Selang karet
bahan baker
|
Setiap 2 tahun
|
9
|
Pipa/Tube
tangki minyak rem
|
Setiap 2 tahun
|
10
|
Bagian-bagian
yang terbuat dari karet pada hidromotor
|
Setiap 2 tahun
|
11
|
Bagian-bagian
yang terbuat dari karet pada silinder pengaman
|
Setiap 2 tahun
|
e.
Condition
Based Maintenance
Perawatan
berdasarkan kondisi mesin dimaksudkan sebagai perawatan yang mendasarkan pada
kondisi yang ada pada elemen/komponen atau sistem alat berat. Pedoman dan
prosesdur yang digunakan diluar dari dua jenis perawatan terdahulu yakni
perawatan pencegahan, dan perawatan skedul pelaksanaan. Perawatan dilakukan
dengan menentukan terlebih dulu kondisi komponen atau sistem, kemudian
dianalisis sejauh mana pengaruh elemen atau sistem tersebut terhadap kinerja
mesin, baru diambil langkah perawatan termasuk langkah perbaikan atau
penggantian. Perawatan ini bersifat ad-hoc dengan melihat secara kasus
per kasus pada elemen atau sistem alat berat
f.
Diagram
Perawatan (Maintenance Chart)
Program perawatan secara Iengkap
dapat dilihat pada Maintenance Chart berikut ini :
Gambar Maintenance
Chart untuk alat berat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar