Jumat, 14 September 2018

PPGDJ Tugas Modul 4 KB 4 Sistem Pemindah Tenaga Alat Berat


Tugas M4 KB4
Sistem Pemindah Tenaga Alat Berat

Nama               :  Aulia Rahman Panjaitan, S.Pd
No. Peserta      :  18060742710015

Tugas
1.      Akses terhadap buku manual salah satu jenis dan merek alat berat, gambarkan skema sistem pemindah dayanya secara urut beserta cara kerjanya!
2.      Akses salah satu buku manual alat berat, buat ringkasan perawatan dan pengujian yang harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah dayanya!


Rubrik Penilaian
Aspek                                                                                      Bobot
Analisis sistem power train alat berat                                     50%
Analisis perawatan dan pengujian powertrain alat berat        50%

Penyelesaian
1.      Skema sistem pemindah daya Torqflow Transmission
Susunan Power Train Dozer Shovel
Terdapat dua macam Torqflow Transmission pada unit Komatsu yaitu :
1.      Planetary Gear System
2.      Clutch Pack System (Constantmesh untuk Multiple Disc System)
a.       Planetary Gear System:
Ada dua tipe, yakni : (1) Single Pinion Type, (2) Double PinionType. Konstruksi planetary gear system dapat dilihat pada gambar, bagian-bagian utamanya. Untuk Single Pinion: Sun Gear, Ring Gear, Planet Pinion, dan Planet Carrier. Untuk yang menggunakan double type pinion, planet pinion yang dipakai adalah 6 (enam) buah, jadi tidak sama halnya dengan yang single Type pinion yang hanya mengguanakan 3 (tiga) buah planet pinion.
Gambar Planetary Gear System
Cara Kerja Single Pinion Type :
Ring gear (A) ditahan.
Sun Gear (A) berputar searah jarum jam dan akan memutar planet pinion (B). Karena ring gear (C) ditahan, maka planet pinion dapat mengelilingi Ring Gear, sehingga hasil akhir putaran dan carrier akan searah dengan sun gear. Carrier yang terpasang pada planet pinion akan mengikuti putaran dari planet pinion. Gear sebagai input dan Carrier sebagai out put, maka putaran adalah searah. Sun Gear A berputar searah jarum jam akan memutar Planet pinion (B) dengan arah yang berlawanan. Karena Ring Gear dibebaskan maka planet pinion akan berputar mengelilingi sambil membawa ring gear yang berlawanan arah dengan arah putaran Sun Gear. Carrier yang terpasang pada pinion tidak ikut berputar. Dalam hal ini Sun Gear sebagai input, ring gear sebagai out put, maka putaran akhir adalah berlawanan.
Cara Kerja Double Pinion Type :
Sistem ini menggunakan planet pinion 6 (enam buah). Bila ring gear ditahan putaran sun gear searah putaran jarum jam akan memutar planet pinion dengan arah yang berlawanan. Planet pinion Gear (B) akan memutar Planet Pinion Gear (B) dengan arah yang berlawanan pula. Carrier yang terpasang pada planet pinion Gear (B) ikut berputar searah. Sun Gear sebagai input dan Carrier sebagai output maka akan didapatkan putaran input dan output searah.
Power Transmitting Line
a.      Forward, 1 st Speed
Gambar Maju Kecepatan 1
Keterangan :
Forward : Apabila input shaft berputar dan F Clutch di-enggagekan maka carrier yang langsung berhubungan degan carrier R dan output shaft akan berputar searah dengan input, sedangkan reverse clutch berputar slip saja.





b.      REVERSE, 1 st Speed.
Gambar Mundur Kecepatan 1
Keterangan:
Reverse : Apabila R Clutch di-engagekan, maka carrier R yang langsung berhubungan dengan output akan berputar berlawanan dengan input shaft, sedangkan F Clutch berputar selip saja. Tipe unit yang menggunakan jenis ini adalah : D31, D65, D85, D155, dan D355.
Rotary Clutch dan Ball Check Valve :
Tidak semua unit torqflow transmission menggunakan rotary clutch. Satu keuntungan penggunaan rotary clutch adalah dapat mempersingkat konstruksinya, yaitu dengan adanya rotary clutch ini paling tidak sudah mengurangi satu set planetary. Urnumnya rotary clutch ini dietempatkan untuk speed satu. Dimaksudkan agar didapatkan torque yang besar pada saat itu, sehingga tidak lagi memerlukan waktu menunggu yang lama, sebab begitu engine di start oli sudah stand by pada rotary clutch ini. Konstruksi dan penempatan rotary clutch ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar Power Train kecepatan 1
Jika kita perhatikan gambar diatas, terlihat bahwa Rotary Clutch dan ball Check valve terletak pada tengah-tengah dari torqflow transmission. Contoh ini terdapat pada unit D65. Rotary clutch ini selalu berputar bersama-sama dengan output shaft. Hal ini tidak sama dengan clutch-clutch yang lain. Untuk engagenya yaitu menggunakan oil pressure melalui shaft, sehingga Ball Check Valve menutup saluran drain.
2.      Perawatan dan pengujian yang harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah daya
a.       Periodic Maintenance
Periodic Maintenance adalah pelaksanaan servis yang harus dilakukan setelah alat berat bekerja untuk jumlah jam operasi tertentu. Jumlah jam kerja ini adalah sesuai dengan jumlah jam yang ditunjukkan oleh pencatatan jam operasi (service meter) yang ada pada alat berat tersebut. Untuk pelaksaanaan periodic maintenance ini meliputi (a) Perawatan harian dan (b) Perawatan Berkala
·         Perawatan Harian
Yang dimaksud perawatan harian (daily maintenance) adalah inspeksi atau pemeriksaan sebelum suatu alat berat dioperasikan, hal ini untuk mengetahui keadaan peralatan apakah aman untuk dioperasikan. Sementara orang beranggapan bahwa daily maintenance hanyalah sebagai syarat saja, sehingga tidak dilakukan dengan baik dan serius. Sebenamya pelaksanaan daily maintenance mutlak dan harus dilaksanakan dengan baik. Dalam melaksanakan daily maintenance, biasanya digunakan alat bantu antara lain: Check sheet -suatu form yang diperggunakan untuk mencatat hasil operasi dan tiap-tiap peralatan dalam suatu hari operasi dan Daily check - suatu form seperti halnya check sheet, perbedaannya hanya pada ukurannya yaitu pocket size sehingga operator atau serviceman akan dengan mudah mencatatnya.
·         Perawatan Berkala
Perawatan peralatan/mesin yang teratur adalah sangat penting demi menjamin pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur mesin. Waktu dan uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan perawatan berkala akan dikompensasi dengan secukupnya yang memperpanjang umur mesin dan berkurangnya ongkos operasi mesin/alat. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja didasarkan pada angka-angka yang dilihat pada meter servis. Tetapi dalam praktik, sangat dianjurkan untuk mengatur kembali semuanya berdasarkan perhitungan hari, minggu, dan bulan untuk memungkinkan pelaksanaan perawatan lebih mudah dan menyenangkan. Pada lapangan pekerjaan berat atau kondisi operasi yang berat, maka perlu untuk mempersingkat jadwal waktu perawatan yang ditentukan pada buku petunjuk.
b.      Pelaksanaan Skedul Perawatan
1)   Peringatan Secara Umum untuk Keselamatan dalam pelaksanaan Perawatan
·      Pergunakanlah topi, sepatu, dan sarung tangan pengaman. Pergunakanlah kacamata pengaman andaikata pekerjaan inspeksi yang akan dilakukan memerlukannya
·      Ketika bekerja dalam suatu tim yang terdiri lebih dari dua orang, aturlah suatu aba-aba sebelumnya dan koordinasikanlah pekerjaan demi untuk keselamatan.
·      Cegahlah orang-orang yang tidak berkepentingan untuk mendekati mesin ketika pekerjaan inspeksi dan perawatan dilakukan.
·      Pergunakanlah suku cadang asli ketika melakukan penggantian parts.
·      Pergunakanlah minyak gemuk dan oli asli atau yang dianjurkan.
·      Pergunakanlah hanya minyak gemuk dan oli yang bersih. Dan juga pergunakanlah kaleng pengisi yang bersih untuk minyak pelumas agar mencegah kotoran memasuki oli. Periksa atau ganti oli pada tempat yang tidak berdebu dengan demikian debu dapat dicegah masuk ke dalam oli.
2)   Sebelum melaksanakan pekerjaan Perawatan
·      Parkirlah mesin di tanah yang rata dan keras serta pasanglah rem parkirnya
·      Jika bekerja di ruangan tertutup perhatikanlah ventilasi/keluar masuknya udara
·      Cucilah mesin dan yang utama bersihkanlah minyak/grease pada lubang-lubang oli untuk mencegah kotoran dan debu bercampur dengan pelumas.
3)   Ketika melaksanakan Pekerjaan Perawatan
·      Kecuali diinstruksikan secara spesifik/khusus, lakukanlah pekerjaan perawatan dengan engine dalam keadan mati. Ketika melakukan pekerjaan dengan engine dalam keadaan hidup, pekerjaan harus dilakukan oleh dua orang. Seorang operator harus duduk di tempat duduk operator dan yang seorang lagi melakukan pekerjaan perawatan. Keduanya harus bekerja sama dengan erat untuk menjamin keselamatan kerja yang semaksimum mungkin..
·      Gantungkanlah tanda peringatan (umpama “DILARANG START” atau “SEDANG DALAM PERBAIKAN”) pada tempat duduk operator untuk mencegah orang lain dengan tidak sengaja menstart atau mengoperasikan mesin.
·      Buanglah oli setelah lebih dulu dipanasi sampai mencapai temperatur kerja (kira-kira 30 derajat sampai 40 derajat Celsius)
·      Sebelum membuka tutup/radiator cap angkatlah tuasnya untuk melepaskan tekanannya.
·      Hindarilah untuk mencoba membuka tutup/cap tangki hidroils dan tutup saluran pembuang olinya ketika oli masih panas.
·      Setelah penggantian oli, elemen saringan, saringan kawat, pembersihaan dan lain-lain, buanglah udara dari sistem yang bersangkutan
·      Untuk semua saluran tempat pengisi oli yang dilengkapi dengan saringan kawat, cegahlah pembukaan saringan kawat ketika akan mengisi oli. .Minyak pelumas/oli tidak lebih atau kurang dari jumlah yang dibutuhkan. Pada saat inspeksi atau pengisian periksalah ketinggian permukaan oli harus tepat ukurannya.
·      Setelah memberi minyak/gemuk bersihkanlah minyak bekas yang dikeluarkan secara paksa dari bagian yang dilumasi.
·      Ketika mengganti oli dan menukar saringan/filter periksalah minyak bekasnya dan saringannya untuk melihat apakah ada geram/serbuk atau pecahan halus besi atau kotoran lainnya.
·      Ketika membuka bagian-bagian mesin yang ada O-ringnya, gasket atau seal, bersihkanlah tempat dudukannya dan ganti dengan seal yang baru.
4)   Mendudukkan Bagian-bagian yang bergerak dari mesin yang baru
Setiap mesin telah distel dan dites dengan hati-hati sekali sebelum dikirim ke customer. Tetapi walau demikian, suatu mesin yang masih baru membutuhkan pengoperasian yang hati-hati pada 100 jam pertama, hal ini untuk mendudukkan bagian-bagian yang bergerak dari mesin. Mesin baru harus dioperasikan dengan hati-hati, terutama mengenai hal-hal berikut :
·      Setelah start, hidupkanlah engine-nya kira-kira 5 menit pada putaran rendah untuk memanaskannya sebelum beroperasi yang sesungguhnya.
·      Hindarilah menjalankan engine dengan putaran tinggi.
·      Hindarilah menjalankan, menambah kecepatan mesin secara tiba-tiba, mengerem dengan tiba-tiba serta berbelok dengan tajam jika tidak diperlukan.
·      Pada pengoperasian 250 jam kerja pertama, oli dan elemen saringannya harus diganti seluruhnya dengan oli dan elemen saringan yang baru dan asli.
·      Ingatlah selalu untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala seperti yang ditunjukkan pada buku petunjuk.
·      Ingatlah selalu mempergunakan bahan bakar dan minyak yang dianjurkan oleh pabrik.
c.       Kurva Bak Mandi (Bath Up Curve)
Gambar Kurva Bak Mandi
Selama periode inreyen, perlu perhatian dan perlakuan khusus yang lebih. Agar pada periode B dapat diperpanjang, perawatan pada periode B perlu diperhatikan agar kenaikan biaya di periode C menjadi rendah.
d.   Pergantian Berkala Suku Cadang Pengaman
Pemakai mesin harus memperlakukan perawatan berkala supaya memungkinkan untuk bekerja dan beroperasi dengan selamat. Semua suku cadang/parts yang di daftar di bawah ini sangat erat kaitannya dengan keselamatan kerja, harus diganti secara berkala dengan demikian standar keselamatan kerja yang setinggi-tingginya dapat diperoleh.
Suku cadang ini setelah melalui masa pemakaian yang tertentu mempunyai kecenderungan untuk menurun kualitasnya dan mudah aus. Selain itu kondisi kerusakannya sukar untuk diketahui/dilihat pada saat perawatan berkala dilakukan. Sehingga harus diganti dengan yang baru setelah melalui mása pemakian yang telah ditentukan walaupun tampak tidak menunjukkan gejala-gejala abnormal. Dan adalah suatu keharusan jika diketahui ada ketidakberesan, maka suku cadangnya harus diganti atau diperbaiki walaupun umur yang sudah ditentukan belum dicapai.
No
Nama Suku Cadang
Jadwal
1
Selang Rem, selang vacuum
Setiap 2 tahun
2
karet pada master silinder
Setiap 2 tahun
3
Bagian-bagian yang terbuat dari karet pada silinder roda rem
Setiap 2 tahun
4
Minyak rem
Setiap 2 tahun
5
Paking Seal, O-ring path steering cylinder
Setiap 4 tahun
6
0-ring untuk klep steering pada bagian depan dan belakang dan steering box
Setiap 4 tahun
7
0-ring steering valve pada bagian depan dan belakang dari steering gear box
Setiap 4 tahun
8
Selang karet bahan baker
Setiap 2 tahun
9
Pipa/Tube tangki minyak rem
Setiap 2 tahun
10
Bagian-bagian yang terbuat dari karet pada hidromotor
Setiap 2 tahun
11
Bagian-bagian yang terbuat dari karet pada silinder pengaman
Setiap 2 tahun

e.    Condition Based Maintenance
Perawatan berdasarkan kondisi mesin dimaksudkan sebagai perawatan yang mendasarkan pada kondisi yang ada pada elemen/komponen atau sistem alat berat. Pedoman dan prosesdur yang digunakan diluar dari dua jenis perawatan terdahulu yakni perawatan pencegahan, dan perawatan skedul pelaksanaan. Perawatan dilakukan dengan menentukan terlebih dulu kondisi komponen atau sistem, kemudian dianalisis sejauh mana pengaruh elemen atau sistem tersebut terhadap kinerja mesin, baru diambil langkah perawatan termasuk langkah perbaikan atau penggantian. Perawatan ini bersifat ad-hoc dengan melihat secara kasus per kasus pada elemen atau sistem alat berat
f.     Diagram Perawatan (Maintenance Chart)
Program perawatan secara Iengkap dapat dilihat pada Maintenance Chart berikut ini :
Gambar Maintenance Chart untuk alat berat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar